Cerpen : Indahnya Ketika Dakwah Kampus ini Menang


Kawan. Pernah kah membayangkan tentang bagaimana kemenangan dakwah kampus.
pernah sepersekian detik kamu berkhayal tentang indahnya kampus ketika nilai
Islam meresapi setiap relung mahasiswa di kampus.

Tahukah kamu kawan, aku pernah membayangkannya, aku pernah masuk dalam
indahnya bermimpi tentang kemenangan itu, rasanya sangat indah, dan aku
ingin juga membagi rasa ini kepada kawan semua.

Monolog berikut kupersembahkan khusus untuk pejuang dakwah yang tak kenal
lelah. Yakinlah bahwa tetes keringat yang berjatuhan adalah saksi bisu atas
perjuangan besar Karena rindu pada Rabb..

Aku sedang berjalan di jalan setapak taman masjid kampusku, sebuah masjid
kampus yang megah karena arsitekturnya yang kompleks.. Arsitektur masjid
tanpa pilar dan kubah, serta di alasi oleh kayu yang menghangatkan jemari
dan dahi yang bersujud dan bersimpuh meraih nikmat Rabb. Aku menjadi
teringat pemandangan 10 tahun lalu, ketika aku dipercaya sebagai amirul
mukminin di kampus ini. tidak ada yang berbeda dengan nuansa kampus ini,
tidak ada yang berubah dari masjid kampus ini, masih sama, masih sejuk dan
menimbulkan sebuah kenangan indah atas perjuangan dakwah aku dan
kawan-kawanku ketika masih mahasiswa.

Siang itu, azan zuhur tiba, "Hayya 'alaa Sholaa" begitulah pekikan muazin
ketika aku melepas tali sepatu ku. Terdiam sejenak mencoba melihat
sekeliling tempat penitipan, segerombolan orang hilir mudik tergesa-gesa
menuju kedalam masjid, mereka berjalan menunduk dan dengan langkah sigap,
seakan-akan ketinggalan kereta terakhir di stasiun. Mereka bahkan rela
membuang makanan yang mereka sedang bawa demi meraih keutamaan Rukun Islam
ini. toko pun menutup gerai mereka dan memasang tulisan besar berwarna merah
"TUTUP 10 MENIT, SEDANG SHALAT" di depan pintu toko-toko yang menjadi bagian
terintegrasi dari masjid kampus ini. Melihat kearah timur, sebuah gedung
kayu yang tak berubah masih berdiri tegak disana, bisa aku lihat, mahasiswi
berjilbab lebar dengan warna-warni komposisi baju dan rok yang sangat indah.
Memberikan kesan anggun tersendiri bagi mereka. Aku memperhatikan mereka
bergegas mengunci pintu gedung kayu dan segera memasuki ruang wudhu
perempuan.

Aku mencoba berpikir apa yang terjadi, 10 tahun sejak aku berpisah dengan
kampus ini dan meraih pendidikan di luar negeri ternyata telah membuat
sebuah nuansa berbeda, tapi aku mencoba berpikir kembali "mungkin ini dampak
ramadhan yang baru usai pekan lalu". Kutitipkan sepatu puma berwarna coklat
milikiku, ke penitipan sepatu, tak lagi kukenal siapa yang menjaga tempat
sepatu itu, diberikanlah kepada ku sebuah kartu yang mirip denga credit card
berwarna hijau toska sebagai tanda bukti penitipan sepatuku.

Berjalan kembali diriku untuk mengambil air wudhu, "laa ilaaha illalallahu.
" azan pun usai, lantai keramik putih itu sudah diganti sepertinya, dengan
lantai yang lebih kokoh dan berwarna sawo matang, Basuhan wudhu terakhir ku
ke jari kaki kelingking bersamaan dengan bunyi microphone yang sedang di
nyalakan, aku pun bergegas menaiki tangga masjid untuk mengikuti ritual
Shalat zuhur ini.

Terperanjat diriku melihat pemandangan yang hampir tidak bisa aku bayangkan
10 tahun silam, jamaah zuhur sangat berlimpah, hingga ke koridor masjid,
balkon lantai dua dipenuhi muslimah-muslimah yang juga dengan rapat menjaga
keutamaan shaff berjamaah. Aku berpikir, kawan, mungkin itu mengapa banyak
mahasiswa yang terburu-buru menuju masjid, saat ini, hukuman bagi mahasiswa
yang telat hadir shalat berjamaah adalah tidak mendapatkan shaff pertama.
Subhanallah, kuulangi kawan, hukuman yang mereka khawatirkan jika telat
bergabung dalam shalat berjamaah adalah tidak mendapat tempat shalat di
shaff pertama.

Aku pun terpaksa shalat di koridor selatan masjid, siku-ku sangat dekat
dengan tembok pembatas, karena jamaah mencoba mengisi setiap millimeter
ruang yang ada dengan baik. Sebuah kebiasaan yang ditempa di masjid kampus
ku, teringat saat masih kuliah dulu, imam masjid tidak mau memulai jika


shaff tidak kunjung rapat.

"rapatkan shaff shalat, ujung kelingking menempel kelingking sebelahnya dan
pundak menempel pundak. Pastikan shaff rata dan lurus.. Sebaik-baik nya
shaff untuk pria adalah shaff pertama, sebaik-baiknya shaff untuk perempuan
adalah shaff yang paling belakang. Penuhi dahulu shaff terdepan, pastikan
tidak ada celah yang ada, shaff selanjutnya dimulai dari tengah. Rapatkan
dan luruskan"

Kata-kata rutin yang senantiasa di ulang, dan tanpa sadar aku pun melakukan
hal yang sama jika menjadi imam shalat.

Shalat pun dimulai, hening, tenang, tidak ada suara pedagang, tidak ada
klakson mobil atau motor, yang ada hanya kicauan burung dan hembusan angin
yang membuat sengatan matahari tak terasa pedihnya. Sesekali aku mendengar
hentakan kaki pria dewasa yang tergesa-gesa bergabung dalam jamaah; sial aku
telat, mungkin itu kata-kata yang ia ucapkan dalam hati, meratapi dirinya
yang gagal mendapat shaff pertama.

"Assalamualaikum warahmatullah" imam mengakhiri shalat dengan salam yang
menggetarkan hati, terasa dalam suaranya ia enggan berhenti dari suatu momen
untuk berkomunikasi dengan Rabb. Zikir dan do'a aku lantunkan dalam hati
setelah salam ku, seperti biasa aku menutup mataku dalam do'a setelah
shalat. Tidak melihat situasi sekitar. Sekitar 5 menit lamanya aku mencoba
mencurahkan isi hati ku pada Allah, mengucapkan syukur karena diizinkan
kembali ke kampus ini, tempat aku belajar dan mengenal dakwah Islam.

"Alhamdulillah" , kalimat tahmid ini menutup do'aku seraya membuka kelopak
mata dan bergegas mengambil kacamata. Kulihat kanan dan kiri, dan lagi-lagi
aku terkejut dengan pemandangan yang aku lihat lagi saat ini, koridor masih
penuh jamaah, hanya sebagian yang telah meninggalkan masjid, dan kulihat di
shaff belakang ada rombongan jamaah kedua yang menjalankan shalat, aku yakin
mereka bukan telat datang, akan tetapi kapasitas masjid yang terbatas
memaksa mereka harus shalat di kloter kedua ( istilah yang kami buat saat
masih mahasiswa ).

Aku melihat kedepan, seorang lelaki berkaus kerah warna putih, dan dipadu
dengan jeans biru serta mengenakan gelang karet sedang membaca Qur'an dengan
baik. Di belakangku, tampak mahasiwa high class, yang bisa aku di
identifikasikan dari kemeja hitam versacce dan celana coklat tua bermerek
arbercrombie, ia sedang sibuk membaca Qur'an melalui layar PDA nya, tipe HP
iPaQ seri terbaru, aku mentaksir harganya mencapai 8 juta saat ini.

Diseberang sana, di dalam ruang utama, ada 2 orang bercelana bahan hitam dan
di padu dengan kemeja, serta berjenggot tipis, kader dakwah ini pastinya ,
aku tersenyum dalam hati. Mereka sedang mengecek hafalan Qur'an satu sama
lain.

Indahnya kawan, sangat indah, tiba-tiba aku masuk dalam ruang fantasiku, aku
membayangkan, bukan, aku menjadi teringat diriku sendirian di ruang utama
masjid kampusku, tak banyak orang saat itu, aku mati-matian menghafal
an-naba sendirian, karena malamnya aku harus menyetornya ke murrobi ku,
kejadian itu tingkat satu kalau tidak salah, atau ketika tingkat 2, aku
bersandar di dinding masjid yang tanpa pilar ini, sendirian ( lagi-lagi )
mencoba menghafal al muzzamil , teringat hari itu hujan lebat, menghafal al
muzzamil dalam keadaan hujan menjadi romantika tersendiri bagi diriku.

Allahu akbar yaa Al Aziz, lantutan ayat-ayat mu saling sahut menyahut,
saling di lantunkan di masjid ini, di masjid kampus yang akan mencetak
banyak sekali pejuang-pejuang peradaban masa depan.

Aku beranjak setelah membaca mushaf ku sekitar 4 halaman, kebiasaan yang
sejak kuliah aku coba bangun. Pukul 12.30 saat itu, aku beranjak mengambil
sepatu ku, dan berjalan menuju gerbang kampus, dan melihat time planning ku
di PDA ku, ;

12..45 ; bertemu ketua prodi planologi ( labtek IX A planologi )

16.00 ; afternoon coffee meet with presiden mahasiswa ( campus centre )

19.30 ; bertemu aktifis dakwah kampus / sarasehan and dinner ( masjid kampus)

Tiga agenda ini akan mengisi hariku di kampus penuh kenangan dan romantika
hidup yang tak tergantikan.

Langkah ku menuju gerbang utama kampus disambut dengan baliho besar
kegiatan-kegiatan mahasiswa. Tiga baliho di sebelah kanan dan empat baliho
di sebelah kiri gerbang utama. Tertera di sana beberapa kegiatan; symposium
energy nasional, student entrepreneur expo, kolaborasi seni nusantara, bakti
desa : sebuah kontribusi kecil untuk bangsa, penyambutan mahasiswa baru oleh
lembaga dakwah kampus, Training ESQ , dan sebuah pengumuman resmi dari
rektorat. Kupandangi satu per satu baliho megah ini.. lagi-lagi terlintas
memori mendirikan baliho ditengah hujan dengan bambu yang seadanya dan alat
seperlunya.

Sambil berjalan aku mendengar percakapan mahasiswa mahasiswi yang berpapasan
denganku ;

"alhamdulillah, UTS ku dapat 95" ucap seorang mahasiswa tingkat 1

"Besok Quiz, aku harus shalat tahajud mala mini" bisik seorang mahasiswi ke
sahabatnya

"waa, barokallah, senangnya ya sidang lulus" di iringi senyum menawan yang
ikhlas dari seorang mahasiswi

"nanti malam mentoring jam berapa ?" Tanya seorang mahasiswa kepada temannya

"eh katanya besok sabtu ada mabit yah di masjid kampus" seorang mahasiswa
sedang menelpon temannya

"assalamualaikum ukhti, gimana tilawahnya hari ini?" dua orang mahasiswi
berjilbab saling bersalaman dan saling menyapa ramah

"bro, udah hafal juz 30 belum ? pekan depan harus setoran nih" seorang
mahasiswa memotivasi sahabatnya

Lagi-lagi termenung dalam langkah, gila ini kampus, macem pesantren aja
pembicaraannya.. Tidak ada gossip, tidak ada cacian ke dosen, tidak ada
pembicaraan tidak berbobot, tidak ada kata-kata kotor dan tidak ada raut
muka jarang shalat rupanya.

Aku tersenyum dalam perjalanan ku, mengucap rasa syukur yang mendalam kepada
Allah; ya Rabb, sungguh indah janjiMu, terima kasih atas pertolongan yang
Engkau berikan kepada kampusku ini.

Aku terus melangkah ke dalam kampus, langkah pelan namun pasti sambil
mengamati perubahan demi perubahan yang terjadi selama 10 tahun ini.
tiba-tiba pundakku di tabrak seorang mahasiswa yang sedang mendengarkan
music melalui iPod dan tak sengaja terlepas earphone nya, , lalu
terdengarlah lantutan Qur'an dari iPod mahasiswa itu."punten mas, maaf, saya
sedang menghafal musik yang saya dengar" begitu kata mahasiswa tersebut
dengan rendah hati. Dalam hati aku menjawab, musik atau ayat Qur'an mas !.
Kawan, jika kamu melihat mahasiswa yang menabrakku ku tadi, pasti kamu tak
akan menyangka pria ini sedang menghafal Qur'an, tidak tampak dari nya sosok
aktifis dakwah yang selama ini kita kenal dan gemar menghafal Qur'an. Dan
aku berkata kembali dalam hati, subhanallah, kalau mahasiswa biasanya aja
menghafal Qur'an bagaimana para kader dakwahnya, pada hafidz mungkin yah?.

Gerombolan muslimah berjilbab dan yang berjilbab aku lihat di sebelah kiri
pandanganku, mereka berjalan bersama dan saling bercerita bahagia satu sama
lain, sepertinya para muslimah berjilbab sudah bisa merangkul para muslimah
yang belum berjilbab. Dalam gerombolah itu tampak, perempuan potongan
hongkong, seorang lagi dengan rok serta atasan kemeja dengan rambut yang
tampak sehabis di re-bonding, seorang lagi perempuan tomboy, aku bisa
mengenalinya karena rambutnya yang seperti cowo, dan seorang lagi perempuan
berpakaian seadanya, tapi ia tampak paling antusias mendengar kawannya yang
berjilbab lebar bercerita.

Di sekitar lapangan tengah kampus, aku melihat sekitar delapan kelompok
mentoring sedang duduk melingkar di bawah angin sepoi-sepoi dan daun yang
berguguran.. Ada kelompok yang tampaknya memiliki mentor yang sangat
semangat, aku tertawa melihatnya, anggota kelompok mentoringnya tampak
serius memperhatikan sang mentor bercerita. Di sisi lain ada kelompok yang
tenang, dan ditengah nya tersedia brownies kukus bandung sebagai pengikat
mentoring mereka, disisi lain, ada kelompok yang sedang mengadakan simulasi,
cukup heboh kelompok yang satu ini, anak SR kutaksir sepertinya.

Di lain sudut ada kelompok muslimah yang menjalankan mentoring, tampak teteh
yang lembut sedang memberikan nasehat kepada anggota mentoringnya. Tidak ada
satupun darinya yang mengenakan jilbab, hanya teteh nya saja.

Aiih, sungguh indah pemandangan ini, apalagi jika kawan perhatikan apa yang
saya lihat, beberapa mahasiswa duduk-duduk di bangku taman sambil membaca Al
Qur'an, sebagian membaca buku dengan serius, ada pula yang tiduran di bangku
taman sambil murajaah hafalannya. Serta ada sebagian lain yang berdiskusi
serius satu sama lain.

Hingga tibalah aku ke gedung perkuliahan ku yang dulu, rupanya masih sama,
bangunan enam lantai berbentuk landmark Jawa Barat, Tangkuban Parahu.
Sebelum menaiki lift menuju ruang kepala program studi, aku mengintip ruang
kuliah yang berada tepat di depan lift, ruang kuliah berkapasitas 100 orang
itu tampak sama dari segi fisik, tapi aku merasakan ada hal yang beda saat
itu, aku mencoba berpikir, kawan, apa yang beda ?

Ternyata memang beda, mahasiswa dan mahasiswi tidak lagi duduk bercampur,
mereka terpisah oleh jarak sekitar satu bangku, mahasiswa di sebelah kanan
dan mahasiswi di sebelah kiri. Mereka semua sibuk mencatat dengan
menggunakan laptop yang mereka miliki, memperhatikan dosen yang dengan
semangat menjelaskan bagaimana politik dapat mempengaruhi perencanaan suatu
wilayah.

Tampak oleh ku, papan tulis itu dihiasi dengan lafadz basmallah di bagian
atas tengah. Sesekali sang dosen mengaitkan apa yang ia sampaikan dengan
ayat yang adi Al Qur'an. "perencanaan ini adalah sebuah keharusan bagi
sebuah negara, walau ada ilmuwan yang berpandangan, doing nothing is
planning, tapi Allah pernah berfirman dalam Ar Rdbu ayat 11 bahwa Ia tidak
akan mengubah keadaan sebuah kaum kecuali kaum itu berusaha untuk
mengubahnya, . Jadi jika perencanaan itu tidak dilakukan, maka sama saja
kita anti perubahan" begitulah ungkap dosen tersebut dengan intonasi yang
membuat setiap orang memperhatikannya, dan membuat jentik jemari kita siap
siaga untuk mencatat setiap kata yang terlontar dari mulutnya.

Aku melihat ke ujung lorong gedung ini, kuingat bahwa di situ ada
secretariat himpunan mahasiswa program studi ku, kucoba menghampiri dengan
rasa ingin tahu, perubahan apa yang telah terjadi.

Mading ucapan ulang tahun masih sama seperti dulu, aku membaca salah satu
pesan yang ada di madding ucapan ulang tahun itu, aku terbelalak melihat
kata-kata ucapan yang ada.

"selamat milad, semga semakin dekat dengan Allah"

"met ulang tahun yah ! semoga semakin dewasa dan bertambah ketaqwaannya"

"happy b'day my bro, people love you my man, and hope Allah also love you too"

"met lamet kk, sukses dunia dan akhirat"

Hmhm… tersenyum sendiri diriku membacanya, lalu, di samping madding selamat
ulang tahun ada madding lagi, disana di tuliskan kata-kata bijak yang
membuat orang yang membacanya tergugah dan termotivasi. Kata-kata dari
hadits Rasul, potongan ayat atau sajak arab kuno, dan ada pula quotes dari
orang hebat, Donald trump,bung hatta, dan barrack obama tertulis disana. Aku
meyakinkan diri bahwa pesan kata bijak ini member nilai tersendiri bagi
mading ini..

Memasuki ruang himpunan, aku mendengar seseorang sedang melantunkan Al
Qur'an, kulihat sekeliling, ada yang sedang mengerjakan tugas, ada yang
sedang rapat kaderisasi. Aku mendengar bahwa mereka sedang menyusun
kurikulum mentoring agama untuk di masukan dalam sistem kaderisasi mahasiswa
baru. Bahkan, taukah kamu kawan, ada seorang peserta rapat menyeletuk,
"gimana kalau kita buat standar ibadah harian untuk para peserta kaderisasi
yang muslim".

Tak berlama-lama aku mengabiskan waktu di himpunan, sudah pukul 12.45, aku
harus bergegas ke ruang ketua program studi. Setiba aku ke ruang ketua
program studi aku disambut bak anak yang kembali dari perantauan. Kita
berbicara sejenak mengenai disertasi S-3 ku yang mendapat hasil sangat
memuaskan."sudah bapak bilang, mahasiswa Indonesia itu cerdas-cerdas,
sungguh kamu buat bapak bangga, rekan saya di sana memuji habis teori kamu
tentang integras pengelolaan kawasan pesisir, sungguh orisinal"..
Pembicaraan berlanjut tentang kondisi keislaman kampus, beliau lagi-lagi
berkata "saya juga sangat senang dengan kondisi Islam di kampus sekarang
ini, para aktifis dakwah nya adalah yang terbaik secara akademik di kelas,
hampir seluruh asisten praktikum di isi oleh orang-orang masjid itu, dan
mereka juga cerdas. Tingkat mencontek di kelas turun drastis, mahasiswa
menunjukkan hormatnya pada dosen, dan proses triple loop learning berjalan
dengan baik"

Pembicaraan kami semakin menarik dan tak terasa sudah pukul 15.00, saya pun
berpamitan dengan beliau, dan beliau pun juga harus mengajar pukul 15.30.
"sekarang jadwal kuliah tidak boleh berbentrokan dengan jadwal shalat, ini
kebijakan rektor baru" dalam hati aku berkata kembali, seperti nya pak
rector sudah berafiliasi kepada Islam.

Aku kembali ke masjid kampus, dan melihat mahasiswa berjalan cepat menuju
masjid, sangat banyak jumlahnya, seperti jamaah haji yang hendak melempar
jumrah. Aku pun shalat ashar, dan setelah itu aku menuju campus centre.

Aku sengaja tiba lebih awak 15 menit dari waktu yang dijanjikan karena ingin
bernostalgia dengan campus centre, maklum sewaktu tingkat empat, aku bersama
teman teman di badan eksekutif mahasiswa memperjuangan campus centre agar
menjadi student centre secara fungsional, dan sepertinya cita-cita itu bisa
aku lihat terwujud saat ini.


Duduk aku sendiri di anak tangga campus centre, lagi-lagi aku memperhatikan
tingkah laku mahasiswa yang ada disana. Ada kumpulan mahasiswa sedang rapat
dalam bentuk melingkar, akan tetapi ada batas antara pria dan wanita. Aku
melihat sepasang mahasiswa dan mahasiswi yang berpapasan, mereka saling
menyapa tapi tidak bersentuhan satu sama lain. Sepertinya budaya salaman
berlawanan jenis sudah tidak popular lagi.

Di seberang sana, juga ada kelompok mahasiswa yang sedang mentoring,
sepertinya sang mentor sedang mengajarkan cara membaca Al Qur'an yang baik
kepada para peserta mentoring. Lapangan basket pun tampak ramai, ada yang
berubah kawan, bukan lapangannya, tapi para pemain basket mengenakan celana
di bawah lutut, bukan celana panjang memang, tapi aku yakin aurat mereka
telah tertutup.

Tak lama kemudian, sang presiden mahasiswa datang, "kak yusuf" ia menyapa.
"Ya, saya presiden mahasiswa kak," ia melanjutkan kalimatnya diiringi salam
yang hangat dari beliau. Saya memperhatikan anak ini, pakaiannya casual,
paduan celana jeans dan kemeja putih lengan panjang, aku menilik ke dalam
saku kemejanya, ada mushaf kecil di dalamnya. Subhanallah, presiden
mahasiswa kampusku seorang yang dekat dengan Qur'an. Kami pun berbicara
tentang berbagai hal, dimulai dari kenalan singkat, pembicaraan mengenai
kisah mahasiswa dan perjuangannya masa lalu, dilanjutkan dengan kondisi saat
ini, dan pada bagian ini ia bercerita dengan semangat.

"kampus ini sekarang bisa dikatakan tiada hari tanpa ta'lim, ya karena
hampir setiap hari ada lembaga dakwah program studi yang mengadakan ta'lim.
Mahasiswa pun sudah menyadari perannya dan kapasitasnya dalam kontribusi
kepada masyarakat. Saat ini Indonesia bisa merasakan manfaat kemahasiswaan
dengan nyata" ia bercerita dengan bangga dan menggebu-gebu. Aku pun terbawa
oleh arus kisahnya itu, sangat membanggakan memang.

"mahasiswa pun sudah tersadari bahwa Agama adalah suatu yang integral dengan
kehidupan sehari-hari. Para ketua himpunan dan unit saat ini pun juga
mempunyai ta'lim khusus untuk mereka, isinya di sesuaikan dengan kebutuhan
mereka sebagai pemimpin". Sepertinya lembaga dakwah kampus sudah berhasil
menanamkan nilai Islam dengan baik. Pembicaraan kami akhirnya masuk ke inti
pembahasan, yakni ia meminta saya untuk mengisi di sebuah acara diklat
aktifis kampus yang akan di selenggarakan satu bulan lagi.

Magrib pun tiba, masjid kampus menjadi tempatku berteduh kembali, setelah
ibadah magrib, aku berencana menghabiskan target tilawah ku yang ku
targetkan 2 juz satu hari, tinggal 6 halaman lagi, bisalah 10 menit selesai.
Ternyata aku tak sendirian membaca Al Qur'an saat itu. Mahasiswa sepertinya
mengalokasikan waktu diantara magrib dan isya untuk memaksimalkan interaksi
dengan Qur'an, kebanyakan dari mereka tilawah dan murajaah. Tidak banyak
yang meninggalkan masjid untuk makan malam atau pulang ke kost. Mereka
benar-benar telah memilih untuk mengisi waktu diantara shalat ini untuk
mengisi kembali semangat mereka dalam beraktifitas dengan cara yang sangat
mulia, berinteraksi dengan Qur'an.

Isya berkumandang, aku pun shalat berjamaah kembali, sungguh nikmat hari ku
ini. setelah sekian lama berkelana demi gelar Ph.D aku akhirnya bisa
merasakan Shalat berjamaah empat kali di kampus ku, dengan bacaan imam yang
panjang nan merdu, membuat para jamaah hanyut dalam do'a dan komunikasi
kepada Allah. Seperti sendiri di padang pasir, tak ada yang melihat, hanya
aku dan Rabb ku, sangat terasa menggetarkan hati setiap untaian ayat yang
diucapkan imam.

Fabi ayyiaa laa irabbikumaa tukadzibaan, lantutan Ar Rahman ini membuat
separuh jamaah menangis, aku rasa mereka mahfum terhadap makna dari ayat
ini. Shalat Isya pun usai, dan aku mempersiapkan diri untuk janjiku yang
terakhir hari ini.

Tak lama setelah shalat rawatib , pundakku ditepuk dari belakang, "akh
yusuf, bagaimana kabarnya, pertemuan kita di sekre saja kak, teman-teman
sudah menunggu disana" kami pun berangkulan seakan kawan lama yang bertemu
kembali, lalu bersama menuju sekre. Sekre yang membesarkan namaku 10 tahun
silam.

Aku memasuki gedung kayu itu, sekre nya masih di lantai dua, Cuma saat ini
tampak lebih besar rapih. Aku masuk dan bersalaman dengan sekitar delapan
pengurus lembaga dakwah kampus lainnya. Aku mencoba melihat sekeliling, ada
beberapa piagam mengisi pelatihan, dan aku memperhatikan dengan seksama buku
dalam rak buku yang tersusun rapih, aku melihat buku-buku tulisanku dulu
tentang dakwah kampus masih di simpan dengan baik di rak itu. Romantika masa
lalu, aku pun teringat pada kawan-kawan seperjuangan ku di kampus, 3,5 tahun
di lembaga dakwah kampus dan 1 tahun di badan eksekutif mahasiswa membuat
aku memiliki cukup modal untuk berjuang melewati dunia nyata.

Pertemuan malam itu dengan kawan-kawan dari lembaga dakwah kampus adalah
sebuah kenangan tersendiri bagi hidupku kawan, aku seakan 10 tahun lebih
muda, aku seakan memasuki suatu dunia khayal baru, ketika mereka
menceritakan kesuksesan mereka. Rencana besar mereka yang akan menjadi tuan
rumah international Islamic student conference tahun depan, lalu mereka
memperlihatkan suatu sistem memuat controlling 600 kelompok mentoring di
kampus , mereka juga denga bahagia memperlihatkan dokumentasi acara mereka
yang selalu di hadiri banyak mahasiswa.

Malam itu sangat indah kawan, dan kalimat terakhir dari mereka sebagai
ungkapan perpisahan malam itu dan ucapan selamat datang kembali bagi saya.

"ahlan wa sahlan Pak Yusuf, kami harap kita bisa membuat legenda dakwah
kampus bersama"

------------ ----

Ya kawan, kita akan selalu berjuang bersama

Kita akan buat legenda kita bersama

------------ ----

Ini adalah mimpi ku kawan, bukan khayalan belaka tetapi sebuah cita-cita
mulai.

Kawan, apakah kamu bisa merasakan keindahan yang kurasakan ? rasakanlah
kawanku, rasakan keindahan ini…



HUKUM UCAP “SAYANG” KEPADA BUKAN MAHRAM

SOALAN:

Dulu saya pernah meminta nasihat daripada seorang lelaki. Dia juga ingin mencari seorang lelaki soleh untuk saya. Kami selalu berhubung melalui telefon dan e-mel. Dia juga meminta biodata dan ingin tahu perwatakan saya. 

Sekarang, saya terkesan dengan setiap percakapannya. Dia pernah menyatakan dia menyayangi saya kerana ALLAH. Bolehkah seorang lelaki yang bukan mahram menyatakan sebegitu kepada saya? Bagaimanakah cara untuk saya menyelesaikan perkara ini?

JAWAPAN:

Tidak patut bagi mana-mana lelaki menyatakan hal ini kepada mana-mana wanita yang bukan mahram (individu yang boleh dinikahi) dengannya. la boleh menyumbang kepada fitnah hati kerana terpikat dengan kata-kata tersebut. Perbuatan seperti ini dilakukan oleh kebanyakan lelaki dengan niat yang baik, harapan dan istiqamah. Tetapi ia adalah cara yang salah dan haram disisi agama. Sabda Rasulullah s.a.w., "Dosa adalah apa yang terdapat di dada kamu dan kamu benci jika diketahui oleh manusia. " - Hadis riwayat Muslim: 4632.

Lelaki tersebut mesti menyembunyikan perkara ini daripada orang lain. Usaha untuk mencari jodoh yang baik amat digalakkan. Usaha ini akan dinilai oleh ALLAH. Tetapi janganlah kamu mengambarkan perwatakan kamu secara berlebihan padanya.

Sabda Rasulullah s.a.w., "Tidak boleh bagi seorang wanita bercampur dengan wanita lain, kemudian menceritakan halnya kepada suaminya seolah-olah suaminya dapat melihatnya sendiri". Hadis riwayat Muslim: 5240.

Kamu boleh mengambarkan perwatakan kamu sekadar apa yang diizinkan syarak jika dia ingin melamar kamu, iaitu muka dan tapak tangan. Tapi ini dikhususkan bagi lelaki yang benar-benar ingin menikahi kamu. Lelaki tersebut pula perlu meminta nasihat orang yang berilmu atau orang tengah untuk melihat wanita yang ingin dilamar tanpa pengetahuannya (wanita tersebut).

Selain itu, kami nasihatkan agar kamu memutuskan hubungan dengan lelaki tersebut. Pohonlah keampunan daripada ALLAH di atas segala yang berlaku. Berwaspadalah ketika bermuamalat (bergaul). Jauhkanlah diri daripada fitnah yang boleh menjauhkan kamu daripada rahmat ALLAH. Untuk makluman kamu, wanita adalah fitnah bagi kaum lelaki. Oleh itu, jagalah peribadi kamu sebagai wanita solehah agar tidak menyebabkan orang lain terjebak dalam dosa.

Sabda Rasulullah s.a.w., "Tidak aku tinggalkan selepasku fitnah yang paling dahsyat ke atas lelaki melainkan fitnah wanita.” - Hadis riwayat al-Bukhari: 4706 dan Muslim: 4923.

Sabda Rasulullah s.a.w., “Dunia adalah sesuatu yang segar dan manis, ALLAH melantik kamu sebagai khalifah untuk melihat sejauh mana kamu boleh lakukan. Takutilah fitnah yang ada pada dunia dan takutilah fitnah yang ada pada wanita. Sesungguhnya fitnah pertama bagi Bani Israel ialah wanita.” –Hadis riwayat Muslim: 4925

(Sumber islamonline. net)

Wallahuaklam.


Eh, Aku Malaslah untuk berjuang! - Untuk Siapa?



Muhasabah untuk diri saya yang teramat dhaif ini.......

Ayat-ayat biasa yang didengar

"Saya kalau tak ada si fulan , jangan harap saya nak masuk berjuang ...sebab si fulan lah yang tarik saya ...dan saya juga sukakan cara si fulan ...malah saya sukakan si fulan ..hik..hik..hik.. (hik tu hanya tambahan untuk meriahkan suasana)

"kalau si fulan x diberi jawatan...kita jangan datang program tu!"

"Si fulan kene lawan...! mana boleh gini..mana ada org lain yang layak...kalau si fulan xada..habis..hancurlah kita!"

"Tahu takkk...? mereka semua yang masuk perjuangan ni...semuanya kerana saya!,kalau x ada saya jgn harap dorang nak masuk!"

Ayat yang terngiang2..

"ish,,sy ni orng biasa2...sy malaslah datang usrah"

"hah!..usrah ni utk org yg ada jawatan jer...mmg patut dorang kene pergi...kite ni x gi pun xpa"

"ish..jawatan saya x tinggi...sy x nak buat kerja ni..."

"siapalah sy ni....org bawahan je...."

Perlu merendah diri..tapi tengok pada tempatnya...ketika paluan perang bersahut...! kita perlu ke depan..tanpa kira kita siapa..dan ketika jemaah memerlukan kita...kitalah orang yang paling beruntung!



Sedikit peringatan untuk diri saya yang dhaif ini....

Sejarah tetap sejarah. Namun sejarah peribadi didikan Rasulullah terlalu indah. Indah untuk dikenang, manis untuk di bayang, dan pastinya terlalu agong untuk diteladani.

Ianya bukan lakonan. Ianya satu keikhlasan. Mereka mempunyai pandangan tersendiri, namun mereka memuliakan pandangan sahabat lain. Cinta mereka mengatasi cinta diri sendiri. Jihad mereka bukan memburu ghanimah duniawi.

Nama empat sahabat agong khalifah Arrasyidin memang tiada tolok bandingnya, namun terlalu banyak nama lain mengukir dan melakar sejarah perjuangan unik ini. Benarlah kata Assyahid Syed Qutb Mereka adalah generasi Al Quran yang unik. Hasil tangan didikan langsung dari Rasulullah SAW. Antaranya Khalid Al Walid

Indahnya membaca kisah Khalid Alwalid. Sejarah hidupnya penuh kegemilangan di medan peperangan. Dari zaman Jahiliah, beliaulah perancang menyebabkan medan Uhud menjadi medan muhasabah sepanjang masa pejuang Islam. Di kemuncak karier sebagi panglima tentera, di tengah medan peperangan sedang bergelora, sampai berita pertukaran pimpinan perang. Khalid dilucutkan jawatan. Hanya menjadi tentera biasa. Semuanya percaturan politik saidina Umar alkhattab.

Bermusuhkah Umar dengan Khalid??? Tidak!!! Hilangkah kepercayaan Umar kepada Khalid??? Tidak. Curigakah Umar kepada Khalid??? Juga tidak!!! Apa perlu jawatan Khalid dilucutkan? Dia tidak pernah mengkritik Umar. Atau mengkritik orang kepercayaan Umar. Apabila ditanya tentang tindakan Umar…. Jawapan mudah… tanda betapa ikhlasnya Khalid Al Walid “ Aku berjuang bukan kerana Umar. Aku berjuang kerana Allah”

Alangkah indahnya keperibadian Khalid Al Walid. Terlalu agongnya cinta Khalid kepada perjuangan Islam. Kalau Khalid mengkritik Umar, Khalid punya alasan yang kuat. Khalid menerima dengan penuh kerelaan. Namun Umar jua punya alasan tersendiri. Tindakan Umar kerana sayangnya Umar kepada perjuangan. Umar mahu menjaga perjuangan. Memastikan halatuju perjuangan di landasan yang benar. Tindakan Umar ialah tarbiah buat tentera agar mereka menyedari bahawa kemenangan tentera Islam adalah kerana pertolongan Allah, bukan kerana kehebatan Khalid.

Pernahkah Khalid mendakwa kemenangan Islam kerana kebijaksanaan atau kepimpinannya?? Atau pernahkah Khalid mengkritik pemimpin pasukan tentera lain yang mungkin tidak sehebat percaturan Khalid atau kemenangan yang diperolehi Khalid?? Tidak… tidak… tidak sama sekali… Jauh sekali untuk Khalid bertemu musuh meluahkan kekecewaannya. Alangkah indahnya keperibadian Khalid Al Walid!!! Semoga kita semua mencontohi Khalid Al Walid walu kita bukan bernama Khalid!!
 
Seorang ulama tasawuf terkenal, Fudhail bin Iyadh pernah menyebut: “Meninggalkan sesuatu amal kerana manusia adalah riak. Melakukan sesuatu amalan kerana manusia pula adalah syirik. Penyelamat daripada kedua-duanya ialah ikhlas.”
Artikel Asal : http://u-jam.blogspot.com/2011/03/eh-aku-malaslah-berjuang-untuk-siapa.html



Apa Hebatnya Solat di Awal Waktu?

Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam.
Aku rasa fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi, betul tak?

Waktu Subuh

Sebagai contoh, pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.
Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.
Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) - dalam erti kata lain jaga daripada tidur.
Di sini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat di awal waktu.
Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum.
Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud.
Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

Waktu Zohor

Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (Isyraq & Dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor.
Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman.
Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan.
Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Orang yang tengah sakit perut ceria tak?

Waktu Asar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.
Rahsia warna oren ialah kreativiti.
Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu).
Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita.

Waktu Maghrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah.
Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam.
Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita.
Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.

Waktu Isyak

Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan.
Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.
Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan.
Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam.
Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta di mana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan.

Qiamullail

Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus.
Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.
Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam.
Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya.
Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.
Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di’kurniakan’ syariat solat oleh Allah s.w.t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini.
Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah s.w.t mewajibkan solat ke atas hamba-Nya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukan-Nya.
Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat cuai dalam menjaga solatnya tapi amat berdisiplin dalam menghadiri kelas taichinya.
Wallahualam.

- Artikel iluvislam.com


Dakwah & Tarbiah bukan untuk si Manja

 
Tarbiyyah BUKAN untuk orang yang malas
Dakwah BUKAN untuk orang yang takut nak bergerak dan mencabar diri.Tarbiyyah BUKAN untuk orang yang cepat bosan,lari ,lompat-lompat,sekejap down,sekejap up,cepat terasa.

·Tarbiyyah BUKAN bagi orang yang memilih program untuk dia ikuti yang senang dan mudah join ,yang penat ,bersusah payah elak.
·BUKAN untuk orang yang mencari Tarbiyyah hanya bila terasa diuji oleh Tuhan.Kalau tak, batang hidung pun tak Nampak.

·BUKAN bagi yang meletakkan dakwah hanya untuk mencari calon akhawat atau ikhwah sebagai sang isteri dan suami.
·BUKAN yang join hanya untuk meminta tolong teman-teman seperjuangan bila dia dalam kesusahan.Tapi kesenangan dan kelebihan yang dia dapat,tidak berkongsi dengan orang lain.
·BUKAN yang cepat mengalah.

·BUKAN yang meletakkan mabit,qiamullai dan daurah dalam diari hanya selepas ditolak dengan semua agenda dan upacara-upacara penting yang lain.
·BUKAN yang hanya pandai cakap (dan menulis) tapi amal kosong.
·BUKAN yang hanya compare jemaah itu dan ini,yang boleh mengkritik dan menilai harakah itu dan ini.
·Dakwah BUKAN untuk orang yang ikut Liqa’ hanya akan disebut sebagai ahli dalam harakah itu dan ini jemaah itu dan ini.

·Dakwah BUKAN untuk orang yang tidak boleh diberikan tugasan last minute.
·Dakwah BUKAN untuk orang yang tak nak keluarkan duit,infaq ke jalan Allah.
·Dakwah BUKAN untuk orang yang tak nak sesekali tidur lewat ,terpaksa berjalan jauh.
·Dakwah BUKAN bagi orang yang ada program untuk ikut terlibat,mesti naik kereta besar dan mewah ,yang air-cond dan laju.Yang tak nak naik bas,public transport dan yang kena berpeluh-peluh.

·Tarbiyyah BUKAN untuk orang yang contact dan info dia tentang perkembangan terkini sedangkan dia kena macam boss,hanya tunggu information.
·Dakwah BUKAN bagi mereka yang hanya nak berkawan dengan orang berduit dan berharta ,yang hidup mewah dan mengelak berkawan dengan orang yang susah,miskin,dan pakai comot.

·Dakwah BUKANlah untuk orang yang setiap masa dan ketika,kerja nak beri alasan ini dan itu.Penat,mengantuk,susah,banyak kerja,keluarga tak bagi keluar.


TARBIYYAH bukanlah segala-galanya
Tapi segala bermula dengan tarbiyyah.

Tanpa anda,orang yang sering beralasan ini,dakwah akan terus berjalan.Islam akan tetap berjaya.Ummah akan tetap terpelihara.


Langkah Praktikal Membaiki Diri [ Islahun Nafsak ]

 
1. Mukasyafah:

Makna mukasyafah: Seseorang individu memeriksa dirinya dan berterus-terang dengan dirinya.  Kemudian dia menentukan ubat bagi penyakit yang dihadapinya oleh imannya, muamalatnya, dan akhlaknya. Individu tersebut juga akan memeriksa setiap anggotanya secara khusus dan memastikan samada anggota-anggota tersebut istiqomah dan baik ataupun terdapat keaiban yang memerlukannya untuk berhenti seketika untuk membaikinya. Firman Allah s.w.t : “Bahkan manusia itu, (anggotanya) menjadi saksi terhadap dirinya sendiri, Walaupun ia memberikan alasan-alasannya (untuk membela diri).” (Surah Al-Qiamah : 14,15)

Manusia yang berakal adalah mereka yang memeriksa dirinya seperti di dalam hadith yang bermaksud: "Orang yang cerdik - berakal - ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinyadan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah - yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shalih."

Allah s.w.t telah meletakkan suatu timbangan fitrah di dalam diri manusia bagi menjadi kayu pengukur ketika dalam keraguan. Dari Wabishah bin Ma'bad r.a., katanya: "Saya mendatangi Rasulullah s.a.w., lalu beliau bersabda: "Engkau datang ini hendak menanyakan perihal kebajikan?" Saya menjawab:"Ya." Beliau s.a.w. lalu bersabda lagi: "Mintalah fatwa - keterangan atau pertimbangan – pada hatimu sendiri. Kebajikan itu ialah yang jiwa itu menjadi tenang padanya - di waktu melakukan dan setelah selesainya, juga yang hatipun tenang pula merasakannya,sedang dosa ialah apa-apa yang engkau rasakan bimbang dalam jiwa serta bolak-balik - yakni ragu-ragu - dalam dada - hati, sekalipun orang banyak telah memberikan fatwanya padamu; ya, sekalipun orang banyak telah memberikan fatwanya padamu."

Di dalam sahih muslim: Kisah Hanzhalah takut pada dirinya sendiri kalau sampai menjadi seorang munafik kerana merasai perubahan mustawa (peringkat)  keimanannya ketika bersama dengan Rasulullah s.a.w dan merasakan mustawa keimanannya menjadi lemah apabila bersama ahli keluarganya.  Setelah itu Rasulullah s.a.w. bersabda: "Demi Zat yang jiwaku ada didalam genggaman kekuasaanNya, jikalau engkau semua tetap sebagaimana hal keadaanmu di sisiku dan juga senantiasa berzikir - ingat kepada Allah, niscayalah malaikat-malaikat itu menjabat tanganmu semua, baik ketika engkau ada di hamparanmu - sedang tidur, juga ketika ada di jalananmu - sedang berjalan-jalan. Tetapi, hai Hanzhalah, sesaat dan sesaat - maksudnya sesaat untuk melakukan peribadatan kepada Allah dan sesaat lagi untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupannya”

2. Muahadah:

Maksudnya: Seseorang individu membuat perjanjian dengan Allah s.w.t bahawa dia tidak akan melakukan dosa (besar atau kecil ) dan berjanji untuk memperbaiki keaiban dan penyakit-penyakitnya sehingga dia menjadi seorang muslim yang terbaik dan dicintai oleh Allah s.w.t dan rasulNya. Firman Allah s.w.t yang bermaksud : “dan sempurnakanlah perjanjian (dengan Allah dan dengan manusia), sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.” (Surah Al-Isra’ :34). Ketikamana muslim tersebut berasa lemah ketika berhadapan dengan perkara-perkara yang dicintai jiwa dan syahwat dia akan teringat kepada janjinya dan menjaga dirinya.

Apabila seorang muslim itu mengkhianati janjinya dengan Allah s.w.t dan manusia, dia akan berada dalam situasi yang  bahaya kerana dia akan hidup di dalam salah satu daripada tanda munafik seperti sabda Rasulullah s.a.w di dalam hadith yang bermaksud: “Tanda munafik itu ada tiga; apabila berkata-kata dia akan berdusta, apabila berjanji dia tidak tepati dan apabila diberi amanah dia khianat”

Sesungguhnya memperbaki diri adalah suatu usaha yang susah, ia seakan suatu usaha jihad yang memerlukan kepada kesabaran. Tetapi apabila seorang insan berjaya memenangi nafsunya dia akan merasai suatu kebahagiaan kerana dia telah berjaya menjadi tuan dan bukannnya lagi hamba kepada nafsunya. Dia yang akan mengawal nafsunya dan bukan sebaliknya. Firman Allah s.w.t “dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).”

3. Muraqabah:

Makna muraqabah: Seseorang muslim itu akan merasai pengawasan Allah s.w.t dan merasai bahawa Allah s.w.t memerhatikan segala urusan kehidupannya siang dan malam, dan samada dalam keadaan rahsia atau terang-terangan, di depan atau di belakang manusia. Firman Allah s.w.t yang bermaksud: “sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu.” (Surah An-Nisa’ : 1). Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Al-Ihsan adalah apabila engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, sekalipun engkau tidak dapat melihatNya, maka sesungguhnya Ia melihatmu.”

Muraqabah menghadirkan perasaan malu terhadap Allah s.w.t dan menghalang seorang hamba itu membuat dosa dan maksiat. Ia juga akan menambahkan keimanan dengan merasai kehadiran Allah s.w.t.  Muraqabah juga akan memberikan ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki kerana seseorang hamba itu akan melakukan perkara yang sama samada dengan kehadiran manusia atau tanpa kehadiran manusia.

Contoh daripada kisah salafussoleh:
Suatu hari ibnu Umar berjalan dan berjumpa dengan seorang hamba sedang mengembala kambing, maka dia bertanya dengan tujuan untuk menguji: “Jualkan seekor kambing kepadaku” hamba tersebut menjawab: “sesungguhnya aku adalah seorang hamba” maka ibnu Umar berkata : “beritahu tuanmu bahawa serigala telah memakannya”. Hamba tersebut menjawab : “maka bagaimana dengan Allah s.w.t”. Maka ibnu Umar membeli hamba tersebut dan membebaskannya seraya berkata : “Aku telah membebaskanmu kerana kalimah ini di dunia dan aku berharap Allah s.w.t akan membebaskanmu dengannya di akhirat kelak.”
Ketika zaman khilafah Umar r.a ketika beliau sedang keluar melihat rakyatnya beliau terdengar seorang ibu berkata kepada anak perempuannya : “pergilah kamu mencampurkan susu itu dengan air.” Maka pemudi tersebut menjawab : “Sesungguhnya Amirul Mukminin menegah daripada melakukannya.” Ibunya berkata : “Sesungguhnya Amirul Mukminin tidak melihat kita.”. Pemudi tersebut menjawab : “Tetapi Allah s.wt melihat kita”. Umar r.a berasa kagum dengan pemudi tersebut dan telah mangahwinkannya dengan salah seorang daripada anaknya dan daripada keturunannya  lahir khalifah Umar bin Abdul Aziz.

4.Mujahadah:

Makna mujahadah: menentang hawa nafsu daripada mengikut syahawatnya; yang sukakan kerehatan, ketenangan, kemalasan, tidur, makanan dan minuman yang enak, dan keterikatan dengan dunia dan perhiasannya.
Mujahadah dilakukan dengan memutuskan nafsu daripada adat-adat kebiasaan, dan memberikannya keperluan-keperluan yang penting, serta memimpinnya kepada suruhan dan ketaatan kepada Allah.Tanpa memberi peluang kepada nafsu untuk menariknya ke belakang. Firman Allah yang bermaksud: “Dan mereka yang berjihad di (jalan) Kami pasti akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berlaku ihsan”, dan firman Allah yang bermaksud: “Adapun orang yang takutkan keadaan semasa ia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu, - Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya." (Surah An-Naaziat : 40,41).

Diantara contoh mujahadah: 
 
Memanfaatkan nikmat waktu lapang dan kesihatan: "Ada dua macam kenikmatan yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia yaitu kesihatan dan kelapangan waktu."
Menjadi seorang mukmin yang kuat iman dan tubuh badan: Kekuatan menjadikan seseorang mukmin mampu untuk mencapai matlamatnya di dalam kehidupan seperti dalam sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Orang mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu'min yang lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlumbalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah.”
 

Mengawal kehendak anggota: Tidak semua kehendak anggota manusia perlu ditunaikan agar kita tidak menjadi hamba kepadanya. Manusia yang berakal adalah mereka yang memeriksa dirinya seperti di dalam hadith yang bermaksud: "Orang yang cerdik - berakal - ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawanafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah - yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shalih."

Memperbanyakkan sujud: Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslami, khadam Rasulullah s.a.w. bersabda: "Memintalah padaku!" Saya berkata: "Saya meminta kepada Tuan untuk menjadi kawan Tuan di dalam syurga." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Apakah tidak ada yang selain itu?" Saya menjawab: "Sudah, itu sajalah." Beliau lalu bersabda: "Kalau begitu tolonglah aku - untuk melaksanakan permintaanmu itu – dengan memaksa dirimu sendiri untuk memperbanyak bersujud - maksudnya engkaupun harus pula berusaha untuk terlaksananya permtntaan tersebut dengan jalan memperbanyak menyembah Allah s.w.t."

5.Muhasabah:

Makna muhasabah: Seorang insan menghitung dirinya atas segala pergerakannya atau diamnya supaya tidak sentiasa berada dalam kelalaian, atau berada lama dalam suatu maksiat, atau tidak menjurus kepada kerasnya hati dan penyakit jiwa.
Kepentingan muhasabah: kita kini berada pada penghujung tahun, dan muhasabah merupakan salah satu cara tarbiyah Islam untuk memperbaiki diri,mendidiknya, dan mengangkatnya.Dengan muhasabah,seorang insan menghitung kesalahan dan maksiat-maksiatnya, dan mengetahui keadaan jiwanya sama ada sihat atau sakit, maka dia akan membimbing jiwanya ke jalan kemenangan, dan menjauhkannya dari jalan kecelakaan.

Umar Al-Khattab r.a berkata : “Hitunglah diri kamu sebelum kamu dihitung, dan timbanglah amalanmu sebelum ditimbang untukmu."

Sekiranya seorang manusia melontarkan maksiat-maksiatnya ke dalam rumahnya necaya rumahnya akan penuh dalam masa yang singkat. Tetapi manusia sering meremehkan maksiatnya seperti di dalam firman Allah s.w.t yang bermaksud : “Allah telah menghitung amal-amal mereka itu satu persatu, sedang mereka telah melupakannya.” (Surah Al-Mujadilah : 6)

Wallahua’lam


Tahajjud : Sumber Kekuatan Muharrik

SOLAT Tahajud ialah ibadah yang kita lakukan pada malam hari, biasanya tengah malam atau lewat tengah malam.

Solat tahajud juga dikenali juga sebagai shalatulail. Solat ini sangat baik dilakukan terutama kepada para pemimpin Islam kerana Rasulullah S.A.W dan para sahabat r.a tidak meninggalkan solat ini sepanjang hayat mereka, sebagai ibadah tambahan.



Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang menggalakkan umat Islam mengerjakan solat tahajud sebagai ibadah tambahan pada waktu malam begitu juga terdapat beberapa hadis Nabi S.A.W. mengenai perkara ini.

1)TIDUR DAN SOLAT TAHAJUD

Umumnya manusia mengatakan tidur malam perlu antara enam hingga lapan jam sehari. Tetapi pendapat ini ditolak oleh para saintis Barat seperti Dr Ray Meddis, seorang profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahawa manusia sebenarnya perlu tidur malam selama tiga jam sahaja. Waktu tidur boleh dibahagi kepada dua bahagian - tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya berlaku dalam tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk dapat tidur lelap kerana tidur ayam adalah masa berangan-angan yang membuang waktu sahaja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap yang mengikut kajian saintis Barat ialah selama tiga jam. Kita merasakan bahawa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini kerana kita tidak terlatih atau mengikut peraturan yang perlu diikuti ketika tidur. Apabila seseorang atlit hendak memasuki suatu pertandingan lumba lari dia akan berlatih hampir setahun sebelum perlumbaan itu bermula. Dengan demikian dia ada harapan untuk memungut pingat emas. Demikian jugalah kita mesti melatih diri kita tidur mengikut peraturan.

Mengikut kajian ahli perubatan Barat, Sebelum kita merasa hendak tidur, mula-mula sekali kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan jangkasuhu kita boleh latihkan diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang diatur boleh menjimatkan masa kita dan membolehkan kita melakukan ibadah dan kerja-kerja lain.

2)Rasulullah S.A.W. telah memberikan contoh yang baik untuk tidur lengkap dengan doa-doanya.Bolehlah kita ringkaskan latihan untuk tidur malam seperti :

1. Makan malam yang sedikit sekadar alas perut supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak ianya akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur, sudah tentu kita akan terlebih tidur pula.
2. Tunaikan solat Isyak sebelum tidur.
3. Bersihkan tempat tidur seperti tilam, bantal dan cadar dari habuk dan lain-lain kotoran.
4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah S.A.W.
5. Kurangkan masa tidur dari lapan jam sehari kepada tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangkan masa tidur malam kepada enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga kepada lima jam sehingga kita boleh tidur untuk masa tiga/empat jam sahaja.

Cara untuk kita tidur dan bangun juga mempunyai peraturan yang perlu diikuti untuk menjaga kesihatan dan mengelakkan diri dari dihidapi pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur melompat dari tidurnya boleh menghadapi risiko sakit jantung yang boleh membawa maut. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari China - Dr Huang Guoxiong dari Kolej Perubatan Lioning.

Di dalam Al-Quran ada menyebut segolongan manusia yang masuk syurga kerana ibadah malamnya dan kurang tidur malam. Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud : “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhn mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )

3)IBADAH TENGAH MALAM DAN AWAL PAGI DALAM AGAMA LAIN

Penulis pernah bertukar-tukar pendapat dengan guru-guru dan ketua agama yang bukan Islam seperti Buddha, Kristian, Tao, Confucious dan Sikh. Dalam perhatian penulis, mereka juga mengadakan amalan pada tengah malam seperti ‘berzikir’ dan membaca kitab suci agama mereka. Untuk mengelak dari rasa mengantuk, mereka berlatih tidur hanya lebih kurang tiga jam atau empat jam sehari malah ada yang kurang dari itu. Antara agama yang dimaksudkan itu ialah agama Buddha, Kristian, Tao, Confusius dan Sikh.

4)PENDAPAT AHLI SASTERA BARAT

Terdapat juga ahli sastera barat yang menceritakan mengenai kelebihan mengurangkan tidur untuk mencapai kerjaya yang cemerlang. Bila ditanya apakah rahsia kejayaan mereka, mereka menjawab : “The woods are lovely, dark and deep but I have promises to keep and miles to go before I sleep.” Maksudnya “Taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai temujanji yang mesti ditunaikan dahulu sebelum saya tidur.” “The heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night.” - Longfellow. Maksudnya “Pencapaian kerjaya yang tinggi oleh orang-orang ternama tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu sahabat-sahabat mereka sedang nyenyak tidur.” Ini jelas menunjukkan mereka meminimakan waktu tidur untuk mencapai kejayaan dalam hidup mereka.

5)Sekarang kita kembali kepada perbincangan solat tahajud.

Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita perolehi dari mengerjakan solat tahajud sedangkan ketika itulah manusia sedang nyenyak tidur.

Dari segi fikiran logik, kita tidak akan faham bahawa suruhan Allah itu mendatangkan kebaikan. Solat tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain lagi yang Allah Maha Mengetahui.
Dari segi sains perubatan pula, kita akan menyedut oksigen khusus yang wujud di atmosfera bumi antara lebih kurang jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita ke arah menyegarkan badan dan melicinkan gerak saliran darah. Kedua-dua oksigen dan gerak otot itu sangat penting dalam memastikan kesihatan tubuh badan manusia. Oksigen itu hilang dari atmosfera bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sehingga esok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini dapat menikmati oksigen tersebut. Mereka yang bangun tidur lewat tidak merasai nikmat oksigen segar ini.

6)RAHSIA PERGERAKAN OTOT DALAM SOLAT

Cuba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika solat. Secara kasar, pada mula kita berdiri tegak ( qiyam ) kemudian angkat kedua tangan bertakbir dan letakkan tangan di atas pusat - kita telah membesarkan rongga dada kita manakala paru-paru akan terasa luas serta menggerakkan otot di kedua belah tangan. Ketika ruku’ dengan badan membongkok ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar ( parallel to the ground ) sekaligus ianya menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkin. Waktu sujud pula, seluruh berat badan terpikul sepenuhnya di atas otot-otot kedua-dua tangan, kaki. dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat sahaja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan. Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan selepas itu kita berdiri kembali. Dalam gerak badan kali ini kita telah secara automatik menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, peha, kaki bahagian bawah an lain-lain otot lagi.

Selain dari itu kita juga melakukan dua macam duduk - pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua dua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal peha, kelengkang, jari-jari kaki dan lain-lain. Dalam kita memberi salam juga kita gerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain. Kalau kita lihat dari dua perkara tersebut di atas iaitu mendapatkan oksigen yang istimewa dan gerak otot-otot yang semuanya ini sudah tentu akan memastikan kesihatan tubuh badan kita.

Solat tahajud juga boleh menjauhkan penyakit buah pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

p/s: Selamat Tidur wahai saudara/saudari sekalian pengunjung alam maya.Cuba amalkan apa yang saya jelaskan pada NOTA ini dan cuba praktikkan diri saudara/saudari SEDIKIT DEMI SEDIKIT,LAMA KELAMAAN AKAN BERHASIL.Moga hari esok masih ada lagi peluang untuk kita diberi nikmat bernafas setiap detik.SALAM PERINGATAN.Jangan pula ada di kalangan anda yang sanggup bersengkang mata semata-mata hendak meluangkan masa di alam maya ini terlalu lama kerana kita sudah tiada masa,PERSIAPKAN BEKALAN AKHIRAT MU ITU,wahai saudara/saudari sekalian....Jadikan malam ini dan malam-malam seterusnya dihiasi dengan mutiara Ibadat anda semua... 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Popular